PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI (PENGERTIAN DAN UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI)
Pengantar Ilmu Komunikasi Edisi Ke Empat Buku Prof Dr. H. Hafied Cangara M. Sc.
![]() |
| Cover buku Pengantar Ilmu komunikasi Edisi ke empat Prof. H. Hafied Cangara, MSc. |
Sebagai makhluk sosial manusia senantiasa memiliki hasrat untuk menjalin hubungan dengan manusia lainnya untuk mengetahui tentang lingkungan sekitarnya bahkan tentang apa yang terjadi dalam dirinya. Sehingga rasa ingin tahu ini mendorong manusia perlu berkomunikasi.
Menurut Dr. Everett Kleinjan dari East West Center Hawaii, komunikasi sudah merupakan bagian kekal dari kehidupan menusia seperti halnya bernapas. Sepanjang ingin hidup, ia perlu berkomunikasi.
A. Pengertian Komunikasi
Pengertian komunikasi berakar pada kata latin Communis yang artinya membuat kebersamaana atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Komunikasi juga berasal dari akar kata dalam bahasa Latin Communico yang artinya membagi (Cherry dalam stuart, 1983).
Harrold D. Lasswell juga mengemukakan sebuah definisi singkat bahwa cara yang tepat untuk menerangkan suatu komunikasi ialah menjawab pertanyaan "siapa yang menyampaikan, apa yang disampaikan, melalui saluran apa, dan dengan akibat atau hasil apa".
Definisi yang lebih luas juga dikemukakan oleh Steven, bahwa komunikasi terjadi kapan saja suatu organisme memberi reaksi terhadap suatu objek atau stimuli. Apakah itu berasal dari seseorang atau lingkungan sekitarnya.
Definisi baru yang berhasil dikembangkan oleh Rogerrs bersama Lawrence Kincaid (1981) yang menyatakan bahwa :
" Komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam".
B. Unsur-unsur Komunikasi
1. Komunikator
Komunikator adalah pihak yang mengirim pesan kepada khalayak. Oleh karena itu, komunikator biasa disebut pengirim, sumber, source atau encoder.
Sebgai pelaku utama dalam proses komunikasi, komunikator memegang peranan yang sangat penting, terutama dalam mengendalikan jalannya komunikasi. Untuk itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dimiliki oleh seorang komunikator yang handal.
a. Mengenal diri sendiri
Komunikator adalah pengambil inisiatif terjadinya suatu proses komunikasi. Dia yang harus mengetahui lebih awal tentang kesepian dirinya, pesan yang ingin disampaikan, media yang akan digunakan, hambatan yang mungkin ditemui, serta khalayak yang akan menerima pesannya.
Dalam kehidupan sehari-hari, mengenal diri adalah suatu hal yang sangat penting jika kita menempatkan diri di tengah-tengah masyarakat. Sebab dengan mengenal diri, kita dapat mengetahui kelebihan dan kelemahan yang ada pada diri kita.
b. Kepercayaan (Credibility)
Kredibilitas ialah seperangkat persepsi tentang kelebihan-kelebihan yang dimiliki sumber sehingga diterima atau diikuti oleh khalayak (penerima).
Kredibilitas menurut Aristoteles, bisa diperoleh jika seorang komunikator memiliki etos, pathos, dan logos. Ethos ialah kekuatan yang dimiliki pembicara dari karakter pribadinya, sehingga ucapan-ucapannya dapat dipercaya. Pathos ialah kekuatan yang dimiliki oleh pembicara dalam mengendalikan emosi pendengarnya, sedangkan logos ialah kekuatan yang dimiliki komunikator melalui argumentasinya.
Kredibilitas seorang komunikator bisa berubah bila terjadi perubahan khalayak, topik, dan waktu. Artinya kredibilitas seorang pembicara pada suatu tempat belum tentu bisa sama di tempat lain kalau khalayaknya berubah. Demikian pula halnya dengan perubahan topik dan waktu.
c. Daya Tarik (Attractiveness)
Daya tarik adalah salah satu faktor yang harus dimiliki oleh seorang komunikator selain kredibilitas. Faktor daya tarik (attractiveness) banyak menentukan berhasil tidaknya komunikasi. Pendengar atau pembaca bisa saja mengikuti pandangan seorang komunikator, karena ia memiliki daya tarik dalam bebarapa hal diantaranya :
- kesamaan (similarity). Maksudnya dengan adanya kesamaan demografis, seperti bahasa, agama, suku, daerah asal, partai atau ideologi akan cenderung memudahkan khalayak untuk menerima pesan yang disampaikan.
- Dikenal baik (familiarity). Maksudnya seorang komunikator yang dikenal baik lebih cepat diterima oleh khalayak daripada mereka yang tidak dikenal, sebab khalayak tidak akan ragu terhadap kemampuan dan kejujurannya.
- Disukai (liking). Artinya komunikator yang memiliki kesamaan dan sudah dikenal, sehingga pada akhirnya akan disenangi oleh khalayak.
- Penampilan fisik (physic). Maksudnya seorang komunikator sedapat mungkin memiliki bentuk fisik yang sempurna. Fisik yang gagah dan cantik akan menawan penerima, apalagi kalau disertai kemampuan menguasai masalah yang dibawakannya.
d. Kekuatan (Power)
Kekuatan ialah kepercayaan diri yang harus dimiliki seorang komunikator jika ia ingin memengaruhi orang lain. Selain itu, kekuatan juga bisa diartikan sebagai kekuasaan dimana khalayak dengan mudah menerima suatu pendapat kalau hal itu disampaikan oleh orang yang memiliki kekuasaan.
2. Pesan
Dalam proses komunikasi, kita tidak bisa melepaskan diri dari apa yang disebut simbol dan kode, karena pesan yang dikirim komunikator kepada penerima merupakan rangkaian simbol dan kode.
a.) Simbol dan Kode
Banyak orang yang menyamakan konsep antara simbol dan kode. Padahal keduanya memiliki konsep yang berbeda. Menurut David K Berlo (1960) simbol adalah lambang yang memiliki suatu objek, sementara kode adalah seperangkat simbol yang telah disusun secara sistematis dan teratur sehingga memiliki arti.
Kode pada dasarnya dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
- Kode Verbal. Kode verbal dalam pemakaiannya menggunakan bahasa. Bahasa dapat didefinisikan seperangkat kata yang telah disusun secara berstruktur sehingga menjadi himpunan kalimat yang mengandung arti.
- Kode Nonverbal . Manusia dalam berkomunikasi selain memakai kode verbal (bahasa) juga memakai kode nonverbal. Kode nonverbal biasa disebut bahasa isyarat atau bahasa diam (silent language).
b.) Teknik Pengelolaan Pesan
Menurut Cassandra, ada dua model dalam penyusunan pesan, yakni :
- Penyusunan Pesan yang Bersifat Informatif. Model penyusunan pesan yang bersifat informatif lebih banyak ditujukan pada perluasan wawasan dan kesadaran khalayak. Prosesnya lebih banyak bersifat difusi atau penyebaran, sederhana, jelas, dan tidak banyak menggunakan jargon atau istilah-istilah yang kurang populer di kalangan khalayak.
- Penyusunan Pesan yang Bersifat Persuasif. Model penyusunan pesan yang bersifat persuasif memiliki tujuan untuk mengubah persepsi, sikap, dan pendapat khalayak. Oleh sebab itu, penyusunan pesan persuasif memiliki sebuah proposisi. Proposisi disini ialah apa yang dikehendaki sumber terhadap penerima sebagai hasil pesan yang disampaikannya, artinya setiap pesan yang dibuat diinginkan adanya perubahan.
3. Media
Media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak. Media yang dimaksud dalam buku ini, ialah Media yang digolongkan atas empat macam, yakni :
• Media antarpribadi
Untuk hubungan perorangan (antarpribadi), Media yang tepat digunakan ialah kurir (utusan), surat, dan telepon.
• Media Kelompok
Dalam aktivitas komunikasi yang melibatkan khalayak lebih dari 15 orang, maka Media komunikasi yang banyak digunakan adalah media kelompok, misalnya, rapat, seminar dan konferensi.
• Media Publik
Kalau khalayak sudah lebih dari 200-an orang, maka media komunikasi yang digunakan biasanya disebut media publik, misalnya rapat akbar, rapat raksasa dan semacamnya.
• Media Massa
Jika khalayak tersebar tanpa diketahui di mana mereka berada, maka biasanya digunakan media massa. Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak (pemerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti seperti surat kabar, film, radio, dan televisi.
4. Gangguan dan Rintangan Komunikasi
Berdasarkan hakikat komunikasi sebagai suatu sistem, gangguan komunikasi bisa terjadi pada semua elemen atau unsur-unsur yang mendukungnya, termasuk faktor lingkungan di mana komunikasi itu terjadi. Menurut Shannon dan Weafer (1949), gangguan komunikasi terjadi jika terdapat intervensi yang mengganggu salah satu unsur komunikasi, sehingga proses komunikasi tidak dapat berlangsung secara efektif. Sedangkan rintangan Komunikasi dimaksudkan ialah adanya hambanya yang membuat proses komunikasi tidak dapat berlangsung sebagaimana harapan komunikator dan penerima.
Gangguan atau rintangan komunikasi pada dasarnya dapat dibedakan atas dua macam, yakni sebagai berikut.
1. Rintangan Fisik
Rintangan fisik dapat dibagi atas tiga jenis, yakni :
- Rintangan geografis. Ilah rintangan yang disebabkan oleh kondisi alam, misalnya jarak yang jauh sehingga sulit dicapai, tidak adanya sarana kantor pos, jalur transportasi dan semacamnya.
- Rintangan Organik. Dalam komunikasi antar manusia, rintangan fisik juga diartikan karena adanya ganguan organik, yakni tidak berfungsi salah satu pancaindera pada penerima.
- Gangguan Alat (teknis). Jika salah satu alat yang digunakan dalam berkomunikasi mengalami gangguan, sehingga informasi yang ditransmisi melalui saluran mengalami kerusakan (channel noise).
2. Rintangan Sosial Budaya
Ada beberapa macam rintangan sosial budaya yang menyebabkan komunikasi tidak bisa berlangsung dengan baik, antara lain:
- Rintangan Semantik dan Psikologis. Ialah gangguan komunikasi yang disebabkan karena kesalahan pada bahasa yang digunakan (Blake, 1979).
- Rintangan Kerangka Berpikir. Ialah rintangan yang disebabkan adanya perbedaan persepsi antara komunikator dan khalayak terhadap pesan yang digunakan dalam berkomunikasi.
- Rintangan Budaya. Ialah rintangan yang terjadi disebabkan karena adanya perbedaan norma, kebiasaan dan nilai-nilai yang dianut oleh pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi.
- Rintangan Status. Ialah rintangan yang disebabkan karena jarak sosial di antara peserta komunikasi, misalnya perbedaan status antara senior dan junior atau atasan dan bawahan.
5. Penerima
Penerima biasa disebut dengan istilah khalayak, sasaran, pembaca, pendengar, audience atau komunikan. Penerima dalam studi komunikasi bisa berupa individu, kelompok, dan masyarakat. Khalayak adalah salah satu aktor dari proses komunikasi. Karena itu unsur khalayak tidak boleh diabaikan, sebab berhasil tidaknya suatu proses komunikasi sangat ditentukan oleh khalayak.
Ada tiga aspek yang perlu diketahui seoarang komunikator untuk mengetahui siapa yang akan menjadi khalayaknya sebelum proses komunikasi berlangsung.
- Aspek sosiodemografi. Komunikator perlu memahami hal-hal seperti jenis kelamin, usia, populasi, lokasi, tingkat pendidikan, bahasa, agama, pekerjaan, ideologi, pemilikan media.
- Aspek profil psikologis. Ialah memahami khalayak dari segi kejiwaannya sperti emosi, bagaimana pendapat mereka?, adakah keinginan mereka yang perlu dipenuhi?, dan sebagainya.
- Aspek karakteristik. Perlu diketahui hal-hal seperti hobi, nilai dan norma, motilitas sosial, dan perilaku komunikasi khalayak.
6. Pengaruh
Semua peristiwa komunikasi yang dilakukan secara terencana mempunyai tujuan, yakni memengaruhi khalayak atau penerima. Pengaruh yang dimaksud adalah perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan (Stuart, 1988).
Pengaruh adalah salah satu elemen dalam komunikasi yang sangat penting untuk mengetahui berhasil tidaknya komunikasi yang kita inginkan. Pengaruh bisa terjadi dalam bentuk perubahan pengetahuan (knowladge), sikap (attitude) dan perilaku (behavior).
Dalam komunikasi antarpribadi dan kelompok, pengaruh dapat diamati secara langsung, misalnya penerima terlihat gembira mendengar cerita lucu atau sekedar mengangguk-anggup sebagai tanda mengerti terhadap apa yang disampaikan oleh pembicara.
Sebaliknya dalam komunikasi massa, pengaruh tidak begitu mudah diketahui, sebab selain sifat massa tersebar, juga sulit dimonitor pada tingkat mana pengaruh itu terjadi.
Brent D Rubben (1984) menyimpulkan bahwa khalayak penerima suatu pesan bukan saja ditentukan oleh isi pesan, tetapi juga oleh semua komponen yang mengandung terjadinya proses komunikasi.
Itulah hasil resume dari Buku pengantar Ilmu Komunikasi edisi keempat oleh Prof. H. Hafied Cangara, M. Sc.
Blog ini dibuat guna memenuhi tugas Pengantar Ilmu Komunikasi dari dosen pengampu : Ibu Irmawati, M.I.Kom
Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan. Terima kasih.
Nama : Dini Wahyuni
NIM : C1D122056
Prodi : Ilmu Komunikasi
Universitas Halu Oleh

Komentar
Posting Komentar